Angeun Lada

Salah satu kuliner khas Banten yang saat ini sudah jarang ditemu kan adalah Angeun Lada atau Sayur Lada. Masakan angeun lada berasal da...

Salah satu kuliner khas Banten yang saat ini sudah jarang ditemukan adalah Angeun Lada atau Sayur Lada. Masakan angeun lada berasal dari daerah selatan Banten sekitaran Serang bagian Selatan, Pandeglang, serta Lebak. Biasanya Angeun Lada menjadi menu wajib buat keluarga yang disajikan pada saat hari-hari besar seperti Lebaran atau acara kumpul keluarga di daerah tersebut. 
Kemeriahan keluarga menjadi tidak lengkap dan afdhol apabila tidak ada sajian angeun lada untuk disantap pada hari itu.

Seperti di tempat lain dalam merayakan kemeriahan lebaran yang tidak lengkap apabila tidak menyantap opor ayam dengan ketupatnya. Dan angeun lada ini juga sangat nikmat apabila disantap dengan ketupat.
Angeun lada adalah olahan masakan kuah yang menyerupai soto daging dari daerah lain atau empal daging yang banyak dijumpai di warung nasi uduk Serang. Yang menjadi pembeda dan menjadi ciri khas masakan ini adalah campuran daun walang yang beraroma kuat serta bahan olahan utama yang digunakan adalah jeroan dan tetelan kerbau. Daun walang atau dalam bahasa ilmiahnya achasma walang (blum) val adalah jenis tumbuhan terna dengan tinggi sekitar 2 meter. Disebut daun walang karena daun ini mempunyai aroma kuat seperti serangga walang sangit. Tumbuhan ini banyak dijumpai di daerah selatan Banten. Selain dipakai sebagai campuran masakan, tumbuhan walang yang banyak mengandung minyak atsiri ini oleh masyarakat baduy dipakai sebagai pengusir hama padi dengan cara membakarnya di saung huma.
Bagi penikmat kuliner yang tidak lagi menjumpai masakan anguen lada di sajian keluarga, atau yang ingin merasakan uniknya rasa kuah campuran daun walang bisa mengunjungi Warung Makan Doa Nini Aki atau biasa disebut para pelanggannya dengan warung makan Nini Aki. Warung makan ini terletak di jalan raya Petir, Kab Serang, tidak jauh dari Pasar Petir. Kira-kira 15 km dari alun-alun Kota Serang. Tempat makan yang sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu ini sudah banyak dikenal karena sajian utamanya yaitu angeun lada atau biasa disebut di warung makan ini dengan nama sayur lada. Tempat makan ini sekarang dikelola oleh Teh Hindun, anak dari pendiri dan pemilik warung makan Doa Nini Aki. Nama dari warung makan ini pun diambil dari nama panggilan orang tua teh Hindun yang disematkan para pelanggan diawal buka. Pasangan suami istri yang terbilang cukup umur ini dipanggil oleh para pelanggannya sebagai nini dan aki. Panggilan dalam bahasa sunda untuk nenek dan kakek. Dari nama panggilan itulah nama warung ini berasal.
Warung makan ini pada mulanya hanya berjualan gorengan yang diperuntukkan orang-orang yang lewat di depan rumah. Letaknya cukup strategis dipinggir jalan raya Petir dan juga dekat dengan gedung sekolah SMP. “Mulanya sih ada permintaan dari seorang guru SMPN Petir yang gak jauh dari sini buat menyediakan makan siang. Karena pada waktu itu kan belum ada warung yang jualan nasi. Nini ahirnya buat hidangan angeun lada buat pak guru itu dan beberapa porsi tambahan aja. Tapi lama-lama banyak yang datang buat pesen masakan Nini,” jelas teh Hindun menerangkan asal muasal disajikannya masakan angeun lada. “Kalo sekarang mah pelanggannya kebanyakan dari daerah Serang dan Rangkasbitung. Kalo dari Serang kebanyakan para pegawai negeri sipil datang kesini pada waktu makan siang. Kalo pelanggan tetap mah para supir terutama supir truck yang datang kesini buat sarapan atau makan siang.” lebih jauh teh Hindun menjelaskan para pelanggannya.
Bahan pokok angeun lada yang diolah di warung makan Doa Nini Aki ini terdiri dari tetelan daging, usus, dan babat dari kerbau bukan sapi. Daging kerbau memang biasa dikonsumsi dan banyak menjadi masakan khas Banten. “Mula-mula tetelan daging, usus, dan babat direbus. Kemudian tetelan daging disisir jadi kecil-kecil. Usus dan babat juga di potong menjadi irisan kecil. Setelah itu direbus lagi dengan dicampur bumbu-bumbu seperti ketumbar, cabai merah, bawang merah dan bawang putih, kemiri, dan jahe. Dan jangan lupa daun walang juga dimasukkan berbarengan dengan bumbu-bumbu tadi,” kata teh Hindun menjelaskan proses masaknya. Campuran bahan pokok tetelan daging, usus, dan babat ini terasa nikmat disajikan dalam satu mangkok.

Aroma daun walang yang bercampur dengan bumbu rempah lain juga tidak sekuat pada saat masih berbentuk utuh daun. Malah membuat kuahnya menjadi lebih segar dengan aroma khas. Tidak sedikit orang yang datang ke tempat ini awalnya tidak suka dengan aroma daun walang menjadi ketagihan justru karena kuahnya. Seperti yang dituturkan salah satu pelanggan setia tempat makan ini, Pak Fahmi, “awalnya saya diajak temen datang kesini. Pertama nyoba sih masih agak kaget dengan aroma walang sangit yang kadang saya jumpai di rumah dari serangga walang sangit. Tapi pada saat nyoba yang kedua malah jadi ketagihan sampai sekarang. Aroma daunnya malah menjadi penyegar kuah pedasnya,” cerita salah satu kontraktor dari Kota Serang ini.
Tapi bagi yang tetap kurang suka pada angeun lada, warung makan ini juga menyediakan menu masakan lain seperti soto ayam, soto daging, dan soto babat. Ada juga menu tambahan lain seperti ayam goreng, ayam bakar, dan ikan goreng. Harga yang berikan untuk satu porsi angeun lada dan soto sebesar Rp10.000. harga yang relatif murah untuk ukuran seporsi penuh ukuran mangkok sedang. Dengan nasi mengambil sendiri, pelanggan dapat menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan masing-masing. Ditambah dengan lalapan segar yang tersedia di meja membuat pelanggan menjadikan tempat ini menjadi tempat favorit untuk bersantap siang. Dan tersedia buah pisang gratis yang tergantung di salah satu sudut ruangan yang dapat dinikmati sebagai makanan penutup. Selamat menocba. (FB-01) (Sumber : http://www.tabloiddbuz.com)

Bahan Angeun Lada :
·         1 Kg Daging dan jeroan sapi, lalu potong ukuran 2x2x2cm
·         250 gr rebung, iris tipis
·         2-3 buah tomat, potong2
·         2 batang daun walang, memarkan
·         2 btg serai memarkan
·         5 sdm minyak goreng
Bumbu halus :
·         10 kemiri, goreng
·         10 cabe merah, bakar
·         2 cm kencur,bakar , kupas
·         2 cm jahe,bakar,kupas
·         10 butir bwg merah, bakar
·         4 siung bwg putih, bakar
·         garam dan gula secukupnya
Cara memasak Angeun Lada :
1.      Campur dan aduk semua daging dan jeroan bersama bumbu halus dan minyak.
2.      Taruh dalam wajan, tuang air, masak sampai semua bhaan matang dan kuah cukup.
Untuk 10 porsi

Sumber : http://rasamasa.com/

Related

Kuliner 3660506575370829715

Posting Komentar

emo-but-icon

item